knrpbengkulu, RAMALLAH – Di hari di mana seluruh
belahan dunia merayakan Hari Perempuan Sedunia, wanita Palestina masih
mengalami kerasnya kedzaliman dan penindasan oleh penjajah Zionis yang
tidak mengenal arti kemanusiaan. Sehingga satu wanita meninggal atau
seorang ibu yang anaknya meninggal, bukanlah akhir tawanan wanita yang
mendekam di dalam penjara Zionis.
Tawanan wanita Palestina Lina Jarboni adalah tawanan
wanita Palestina paling lama di dalam penjara Zionis. Dia ditawan di
penjara Zionis Hasharon, dia mengalami situasi sangat keras. Tidak
diberikan hak-haknya yang paling minimal, yang bisa mengungkap standar
ganda dunia yang dzalim, yang senantiasi menyanyikan hak-hak wanita di
saat kehormatan wanita Palestina dirampas di dalam penjara-penjara
Zionis.
Lina Jarboni telah dan masih melakukan peran besar di
antara para tawanan wanita Palestina sebagai perwakilan mereka
menghadapi pihak penjara Zionis dalam membela hak-hak mereka. Hal itu
telah berperan besar dalam sejumlah rencana penting selama tahun-tahun
penahannya.
Lina Jarboni dilahirkan pada awal November tahun 1974
lalu di daerah Arabah, wilayah Palestina terjajah tahun 1948. Dia
menyelesaikan pendidikan hingga SMU dengan harapan ingin menjadi seorang
perawat di kemudian hari. Namun taqdir Allah berbicara lain, dia tidak
mendapatkan kesempatan untuk menggapai cita-citanya itu. Pada tanggal 18
April 2002 penjajah Zionis menangkapnya dan divonis hukuman penjara 17
tahun.
Setelah itu Lina Jarboni mengajukan banding atas vonis
pada dirinya tersebut. Pengadilan banding mengurangi hukumannya selama
dua tahun menjadi 15 tahun penjara.
Selama tahun-tahun penahannya, dia mengalami pengabaian
medis hingga puncaknya dia mengalami peradangan akut pada kandung
empedunya. Dia harus menunggu lebih dari setahun sampai akhirnya pihak
penjara Zionis menyetujui untuk melakukan operasi terhadapnya.
Keluarga Jarboni yang menunggu saat Lina Jarboni bisa
bernafas besar setelah bertahun-tahun penahanannya mengatakan, “Di
antara hari-hari tersulit yang dialami Lina dan kami sebagai keluarga,
adalah ketika terjadi perjanjian pertukaran tawanan tahun 2011. Lina
termasuk yang dikecualikan oleh pihak penjajah Zionis dalam daftar
pembebasan di antara para tawanan wanita yang tidak dibebaskan dalam
pertukaran tawanan kala itu.” Keluarga Jarboni menambahkan, Ibunya Lina
yang sudah berusia lebih dari 70 tahun terus mengunjungi putrinya
meskipun sakit yang dia alami, dalam menunggu Lina bisa bernafas bebas.
[zk/knrp]

Posting Komentar